Squeezing myself in the corner
Knowing that I have the world that I own
Definitely a loner,
Blind... even seeing the real world
Deaf.. even hearing what everybody saying
Whispering even words without meanings
Escaping from the fact that can only prove
How much I am longing for you
Silence, in where I say only tell you
That all I wanted is to have you
Out how could you be so frigid?
That crusted into pieces
Because you certainly know my weakness
You have hurted me enough in the silence
Do you think I am shallow?
Not knowing whatever you feel
I figured out I am doing the same mistake
That I thought I drifted enough to avoid it
But yet, It's too late
Clock stop tickling, tears rushing down,
I am bleeding
But then to say GOOBYE....^_^
me
"You'll Be Stronger With Each Tear That You Cry"
Senin, 20 Desember 2010
Minggu, 05 Desember 2010
ayam pop vs kentuki fried chicken
semua psti uda pada tau berita yang lagi sering terdengar saat ini. bukan, bukan sidangnya ariel, bukan, bukan jga gayus yg nonton tenis. ada yg lebih hot lagi, yaitu warteg yang mau dipajakin..ckckck..
awalnya sih sya biasa-biasa aja dalam menanggapi berita ini. dan sya pun baru tau kalo selama ini warteg ga kena pajak. tapi setelah saya pikir pikir dan denger pendapat orang orang, kok pemerintah tega ya.. warteg itu kan restorannya rakyat kecil, masih mau dipajakin juga.. pengalaman sya sebagi anak kos, setiap ke warteg saya beli nasi + telor goreng + tempe oreg aja udah kena 6000.. terkadang di akhir akhir minggu, harga segitu tuh mahal.. jadi inget teman sya yang belabelain gak makan di akhir bulan, karna uang tinggal 50rb padahal masih 5 hari lagi menuju bulan baru.. waaaa...gimana kalo di pajakin lagi pasti tambah mahal tuh,, bisabisa yang tadinya makan nasi+tempe orek+telor, jadi nasi +tempe oreg doang lagi...gimana mau kuliah, kalo makannya ga bergizi..
itu dari sisi mahasiswa yg ngekos, yg emang masih ada sumber dana yaitu kiriman ortu, hasil ngajar, dan beasiswa. gimana dengan masmas supir taxi, karyawan rendahan, office boy, yang emang penghasilannya cuma dari kerja doang, dan dari penghasilannya itu pun masih harus dipake buat anak dan istrinya. dan saya yakin masih banyak orangorang diluar sana yang menganggap makan di wateg merupakan kemewahan tersendiri.
nah, maka dari itu sya mau usul pemerintah. kalo emang mau nambah APBN dari pajak, mendingan naekin pajak restoran mewah aja sekalian. fastfood juga tuh dinaekin ja pajaknya. jika pajak fastfood dinaikkan, maka harga jual makanan mewah tsb akan lebih mahal, dampaknya:
1. orang jadi males makan di mall2, dan akan memilih untuk makan di warteg
2. orang yang suka makan kentuki fried chicken akan berhenti makan kentuki dan menggantinya dengan ayam pop di rumah makan pdang yg lebih murah
3. orang yg suka fastfood, gak akan beli fastfood lagi karna mahal, dan masyaarakat indonesia menjadi sehat karna bebas dari smpah2 junkfood
4. karna restoran di mall dan fastfood mahal, maka banyak pelanggan beralih ke wateng dan warung padang, sehingga omsetnya naik, dan tentunya menambah kesejahteraan rakyat kecil
5. restoran di mall dan fastfood pada bangkrut, jadi tutup usaha, sehingga lapak kosong bekas restoran dan fastfood di mall dialihkan menjadi lapak warteg dan warung padang..hahahha
nah kalo gitu kan semua senang, satu kebijakan, menghasilkan banyak hal positif di masyarakat luas...ckkckck..semoga bermanfaat !
awalnya sih sya biasa-biasa aja dalam menanggapi berita ini. dan sya pun baru tau kalo selama ini warteg ga kena pajak. tapi setelah saya pikir pikir dan denger pendapat orang orang, kok pemerintah tega ya.. warteg itu kan restorannya rakyat kecil, masih mau dipajakin juga.. pengalaman sya sebagi anak kos, setiap ke warteg saya beli nasi + telor goreng + tempe oreg aja udah kena 6000.. terkadang di akhir akhir minggu, harga segitu tuh mahal.. jadi inget teman sya yang belabelain gak makan di akhir bulan, karna uang tinggal 50rb padahal masih 5 hari lagi menuju bulan baru.. waaaa...gimana kalo di pajakin lagi pasti tambah mahal tuh,, bisabisa yang tadinya makan nasi+tempe orek+telor, jadi nasi +tempe oreg doang lagi...gimana mau kuliah, kalo makannya ga bergizi..
itu dari sisi mahasiswa yg ngekos, yg emang masih ada sumber dana yaitu kiriman ortu, hasil ngajar, dan beasiswa. gimana dengan masmas supir taxi, karyawan rendahan, office boy, yang emang penghasilannya cuma dari kerja doang, dan dari penghasilannya itu pun masih harus dipake buat anak dan istrinya. dan saya yakin masih banyak orangorang diluar sana yang menganggap makan di wateg merupakan kemewahan tersendiri.
nah, maka dari itu sya mau usul pemerintah. kalo emang mau nambah APBN dari pajak, mendingan naekin pajak restoran mewah aja sekalian. fastfood juga tuh dinaekin ja pajaknya. jika pajak fastfood dinaikkan, maka harga jual makanan mewah tsb akan lebih mahal, dampaknya:
1. orang jadi males makan di mall2, dan akan memilih untuk makan di warteg
2. orang yang suka makan kentuki fried chicken akan berhenti makan kentuki dan menggantinya dengan ayam pop di rumah makan pdang yg lebih murah
3. orang yg suka fastfood, gak akan beli fastfood lagi karna mahal, dan masyaarakat indonesia menjadi sehat karna bebas dari smpah2 junkfood
4. karna restoran di mall dan fastfood mahal, maka banyak pelanggan beralih ke wateng dan warung padang, sehingga omsetnya naik, dan tentunya menambah kesejahteraan rakyat kecil
5. restoran di mall dan fastfood pada bangkrut, jadi tutup usaha, sehingga lapak kosong bekas restoran dan fastfood di mall dialihkan menjadi lapak warteg dan warung padang..hahahha
nah kalo gitu kan semua senang, satu kebijakan, menghasilkan banyak hal positif di masyarakat luas...ckkckck..semoga bermanfaat !
Langganan:
Komentar (Atom)